Selasa, 13 Oktober 2026

Halaqah Tarbiyah, sarana pembinaan siswa remaja di RQ Al Badr

Rumah Qur'an Al Badr Jakarta kembali mengetengahkan beberapa inovasi terbaru di dalam penyempurnaan program kependidikan Al Qur'an yang rekam jejaknya telah berlangsung sejak lebih dari sewindu yang lalu kala sistem penanggalan pada kalender Masehi belum lagi menyentuh di angka tahun 2020.


Kala itu Rumah Qur'an Al Badr yang baru saja diresmikan, memulai kelas pembelajaran perdananya dengan hanya mengampu hingga 10 orang peserta didik yang rata-rata baru berusia di tingkat pelajar Sekolah Dasar / SD.

Kini, setelah lebih dari 7 tahun berlangsung, jumlah peserta didik usia sekolah yang belajar di Rumah Qur'an Al Badr secara signifikan telah bertambah hingga mendekati angka 100 orang siswa dengan kategori usia yang lebih bervariasi antara tingkat pelajar Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas.


Bagi mereka yang telah mulai bergabung untuk belajar di Rumah Qur'an Al Badr sejak di masa-masa awal Rumah Qur'an Al Badr berdiri, saat ini tentu saja telah menginjak masa-masa usia remaja ataupun pra remaja.

Dan bagi mereka yang baru mulai bergabung untuk belajar di Rumah Qur'an Al Badr sejak satu atau dua tahun belakangan, tentu saja saat ini mereka masih berada di dalam kategori pelajar usia Sekolah Dasar yang secara alamiah masih lebih dekat dan identik dengan masa usia kanak-kanak.

Sehingga secara statistik, komposisi siswa atau santri berstatus pelajar yang juga sedang menimba ilmu di Rumah Qur'an Al Badr saat ini akan didominasi oleh dua atau tiga kelompok usia yaitu siswa atau santri usia kanak-kanak, siswa atau santri usia pra remaja, dan siswa atau santri usia remaja.


Sebagaimana diketahui, karakteristik dunia kanak-kanak yang sangat kental dengan dunia bermain tentu sangat berbeda dengan karakteristik dunia remaja atau pra remaja yang ciri khasnya adalah bersemangat dalam mencari atau mengokohkan jatidiri, sehingga dengan demikian pendekatan belajar dan pembinaan nya pun masing-masing akan jauh berbeda mengikuti karakter usia dan perkembangan psikologinya.

Atas dasar pertimbangan itulah, Rumah Qur'an Al Badr pun kembali meluncurkan program pendidikan yang terbaru, yaitu Halaqah Tarbiyah.



• Apakah itu Halaqah Tarbiyah ?

Halaqah tarbiyah adalah sebuah istilah dalam dunia pendidikan yang diambil dari bahasa Arab. Secara umum Halaqah Tarbiyah dapat berarti kelompok kegiatan pembinaan atau pendidikan Islam.


Makna Halaqah adalah "lingkaran" atau kumpulan orang yang duduk secara melingkar ( biasanya antara 5 hingga 15 orang ) untuk mengkaji pelajaran agama Islam secara rutin.

Di Rumah Qur'an Al Badr, istilah Halaqah dimaknai sebagai sebuah kelas belajar yang beranggotakan 10 atau maksimal 12 orang.

Sedangkan kata Tarbiyah berasal dari kata rabba-yurabbibu-tarbiyatan yang berarti mendidik, memelihara, mengasuh, atau menumbuhkan potensi seseorang secara bertahap.

Sehingga secara istilah, Halaqah Tarbiyah dapat dimaknai sebagai sistem pembinaan atau pendidikan Islam dalam kelompok-kelompok kecil ( kelas belajar ) yang dipandu oleh seorang pembina ( disebut murabbi / ustadz ) dan diikuti oleh para peserta binaan ( mutarabbi / siswa ) dengan kurikulum pendidikan yang terstruktur.



• Tujuan dibentuknya Halaqah Tarbiyah Rumah Qur'an Al Badr 

Sebagai salah satu varian kelas pembelajaran yang baru dibentuk, Halaqah Tarbiyah memiliki beberapa kesamaan sekaligus beberapa perbedaan dengan halaqah taklim atau kelas pembelajaran reguler yang sejak awal telah rutin diselenggarakan di Rumah Qur'an Al Badr.


Jadwal kegiatan Halaqah Tarbiyah telah terindeks ( no.26 ) dalam jadwal kegiatan bulanan YaPIS Al Badr / RQ Al Badr Jakarta di bulan  Oktober 2026. Sedangkan jadwal kegiatan no. 4 sampai  25 adalah jadwal kegiatan Halaqah Ta'lim reguler santri di 8 halaqah belajar ( KBM ).



Apabila Halaqah Taklim reguler adalah kelas belajar membaca dan menghafal Al Qur'an yang dapat diikuti oleh siswa / siswi atau santri / santriwati dari berbagai kategori tingkatan usia, maka Halaqah Tarbiyah merupakan kelas pembelajaran lanjutan dan pembinaan ( self development ) yang khusus diperuntukkan bagi setiap siswa laki-laki atau santri laki-laki yang telah menginjak masa usia remaja atau pra remaja.

Sebagaimana diketahui, masa usia remaja atau pra remaja merupakan masa-masa yang sangat penting bagi setiap individu di dalam mencari dan mengokohkan eksistensi hingga kelak dapat menjadi versi jatidirinya yang terbaik.


Menurut penjelasan yang diterima redaksi dari ketua Rumah Qur'an ( RQ ) Al Badr Jakarta yang juga telah berperan aktif dalam menginisiasi pembentukan Halaqah Tarbiyah ini, ustadz Muhammad Salim. Lc. M.pd, masa-masa usia remaja adalah rentang waktu yang sangat penting bagi setiap orang dalam membangun dan membentuk jatidirinya. Pada masanya tersebut mereka akan sangat membutuhkan pada semacam bimbingan, mentoring, dan pembinaan yang terukur serta lebih terarah agar di kemudian hari seorang siswa atau santri yang belajar di Rumah Qur'an Al Badr bukan hanya dapat memiliki kepandaian di dalam membaca dan menghafalkan Al Qur'an saja, akan tetapi juga memiliki bekal wawasan Islam yang memadai, kepribadian yang elegan, jiwa leadership atau kepemimpinan, akhlak yang mulia, serta jasmani yang tangguh dan sehat wal Afiyat.


Pada akhirnya, gagasan mulia ini tentu saja bukanlah hanya sekedar menjadi retorika wacana di atas kertas, atau impian indah di siang hari bolong, atau bahkan utopia belaka.

Buah pemikiran ini adalah satu bentuk integritas dan idealisme yang muncul dari relung hati nurani para guru pendidik yang turut berdedikasi dalam menjaga masa depan generasi muda Islam di Indonesia.


Meskipun tidak semudah seperti usaha membalikkan telapak tangan untuk merealisasikannya, tujuan dari pendidikan mulia ini tentu saja bukanlah menjadi suatu hal teramat sulit atau bahkan mustahil untuk dapat diwujudkan.

Gagasan yang mulia ini niscaya akan tetap dapat direalisasikan hanya dengan mengharapkan adanya pertolongan dari Allah di samping ikut melaksanakan berbagai proses serta langkah-langkah kerjanya setahap demi setahap.



• Jadwal pelaksanaan kegiatan Halaqah Tarbiyah 

Secara garis besarnya, sejak pertama kali diluncurkan pada bulan September 2026, jadwal kegiatan Halaqah Tarbiyah akan rutin dilaksanakan sebanyak satu kali dalam setiap pekannya, atau tepatnya di setiap hari Sabtu malam Minggu, bada Isya sampai selesai bertempat di gedung sekretariat Rumah Qur'an Al Badr Jakarta.

Direncanakan, kegiatan Halaqah Tarbiyah secara bertahap akan dikuti khusus oleh setiap siswa laki-laki / santri pria yang telah menginjak masa usia remaja atau pra remaja di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr Jakarta.

Pembimbing Halaqah Tarbiyah adalah para guru atau asatidz di Rumah Qur'an Al Badr, atau bisa juga staff pengurus yayasan yang berkompeten di bidang pendidikan, atau tenaga pendidik ahli yang bisa juga didatangkan dari eksternal yayasan.



• Dokumentasi kegiatan Halaqah Tarbiyah perdana

Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, Kegiatan Halaqah Tarbiyah perdana diikuti oleh 5 orang santri remaja, Sabtu 19 September 2026.


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, Kegiatan Halaqah Tarbiyah berikutnya diikuti oleh 9 orang santri remaja, Sabtu 28 September 2026.



• Mabit, wujud nyata pembinaan iman taqwa dan kesehatan jasmani santri RQ Al Badr 

Apabila pembelajaran dalam Halaqah Tarbiyah diselenggarakan dalam format pemaparan teori dan praktik dengan durasi waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar 90 menit saja, maka program Mabit ( Malam bina Iman dan Taqwa ) adalah bentuk tindak lanjut dan realisasi dari pembinaan dalam format praktikum yang mengambil tempat kegiatan di dalam masjid ( itikaf ) dan lingkungan sekitar masjid yang diselenggarakan sejak ba'da Isya sampai selesai di keesokan harinya.

Pilihan waktu yang ideal adalah di akhir pekan menjelang hari Ahad ( malam Minggu )


Flyer kegiatan Mabit perdana yang diselenggarakan oleh Rumah Qur'an Al Badr, Sabtu 10 Oktober 2026 di masjid At Ta'lim komplek kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN ) Jakarta Selatan.


Dalam durasi waktu yang relatif lebih panjang tersebut, para peserta Mabit akan melalui beberapa rangkaian agenda kegiatan Mabit seperti tausiyah, diskusi ilmiah remaja, menginap di dalam masjid, Qiyamul Lail, Sholat Subuh berjamaah, Tilawah Al Qur'an, murojaah hafalan Al Qur'an, Sarapan, hingga olahraga pagi.


Keutamaan program Mabit ini sesungguhnya merupakan momentum praktikum dari segenap bimbingan yang berupa arahan secara teori atau lisan yang disampaikan pada saat kelas pembelajaran di Halaqah Tarbiyah.

Dalam sebuah kaidah klasik yang masyhur di ranah dunia pendidikan disebutkan :


لسان الحال افصاح من لسان المقال

Lidah perbuatan ( keteladanan ) lebih fasih dari lidah perkataan ( perkataan nasihat )



Dalam sesi acara Mabit ini, para peserta akan diperkenalkan dengan praktik pembiasaan manajemen waktu yang efektif di waktu malam, seperti belajar, mengulang pelajaran, Tilawah Al Qur'an, disiplin waktu istirahat, sholat malam ( Qiyamullail ), sholat Subuh berjamaah tepat waktu, dan pola hidup sehat seperti sarapan dan olahraga pagi.

Hingga saat ini seluruh kalangan di dunia pendidikan maupun praktisi manajemen maupun pelaku bisnis di seluruh dunia telah pula bersepakat pada sebuah keyakinan, bahwasanya kedisiplinan dan konsistensi adalah satu di antara kunci kesuksesan di dalam kehidupan.



• Dokumentasi kegiatan Mabit perdana RQ Al Badr Jakarta 

Agenda pertama, pembukaan acara Mabit bersama ketua RQ Al Badr, ustadz Muhammad Salim. Lc. M.pd, yang dilanjutkan dengan sesi mendengarkan tausiah dan diskusi remaja Islam RQ Al Badr Jakarta.

Sesi acara berikutnya, istirahat sambil menikmati hidangan malam bersama sama.



Sesi acara selanjutnya, tilawah Al Qur'an bersama sama secara mandiri.



Dokumentasi video Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, murojaah bersama hafalan Al Qur'an 




Dokumentasi video Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, murojaah bersama hafalan Al Qur'an 



Santri peserta acara Mabit RQ Al Badr saat sedang murojaah setoran hafalan Al Qur'an dengan metode sparing partner.



Santri peserta acara Mabit RQ Al Badr saat sedang murojaah setoran hafalan Al Qur'an dengan metode sparing partner.


Sesi acara outdoor di waktu pagi setelah Qiyamullail dan sholat Subuh berjamaah, olah raga bersama untuk menjaga kebugaran fisik dan stamina.


Santri RQ Al Badr Jakarta mencoba fasilitas dan sarana olah raga yang digunakan oleh mahasiswa / Praja IPDN.



Sesi acara outdoor di waktu pagi setelah Qiyamullail dan sholat Subuh berjamaah, olah raga bersama untuk menjaga kebugaran fisik dan stamina.



Dokumentasi video, para santri RQ Al Badr berlari-lari pagi mengelilingi area komplek kampus IPDN Jakarta. 


Dokumentasi video, para santri RQ Al Badr berlari-lari pagi mengelilingi area komplek kampus IPDN Jakarta. 


Dokumentasi video, para santri RQ Al Badr berlari-lari pagi mengelilingi area komplek kampus IPDN Jakarta. 


Santri RQ Al Badr Jakarta mencoba fasilitas dan sarana olah raga yang digunakan oleh mahasiswa / Praja IPDN.


Santri RQ Al Badr Jakarta mencoba fasilitas dan sarana olah raga yang digunakan oleh mahasiswa / Praja IPDN.


Sesi penutupan rangkaian kegiatan Mabit Perdana Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, para santri sedang mendengarkan nasihat dan pesan dari Ketua RQ Al Badr Jakarta, coach ustadz Muhammad Salim. Lc. M.pd.






Rabu, 16 September 2026

Perjuangan menggapai prestasi di RQ Al Badr

Rentang perjalanan waktu yang panjang adalah salah satu asset alamiah yang sangat berharga bagi sebuah entitas lembaga pendidikan profesional dalam mengusahakan beragam perubahan ataupun perbaikan agar di masa depan keberadaan lembaga tersebut dapat menjadi lebih baik lagi di bandingkan dengan masa-masa yang sebelumnya.

Konsep perubahan dan penyempurnaan di dalam lingkup lembaga pendidikan profesional tersebut, tentunya dapat pula diaplikasikan di dalam ranah dunia pendidikan bernuansa Islami, sebagaimana pada kegiatan belajar para santri yang diselenggarakan di Rumah Qur'an Al Badr.

Teamwork Rumah Qur'an Al Badr Jakarta 


Perkembangan atau pun prestasi yang dapat diraih para santri dalam perjalanan kegiatan belajarnya sesungguhnya adalah manifestasi dari adanya perubahan dan penyempurnaan terhadap penyelenggaraan sistem pembelajaran yang lebih adaptif, lebih nyaman, dan lebih menyenangkan yang diharapkan dapat meningkatkan rasa semangat dan kesungguhan belajar, serta kegembiraan di benak setiap santri ketika ia sedang bergelut menuntut ilmu.


Baca juga :

6 tahun Perjalanan Rumah Qur'an Al Badr




• Raport sebagai media evaluasi belajar yang terbaik 

Dalam rangka usaha peningkatan prestasi belajar tersebut, Rumah Qur'an Al Badr telah berkomitmen untuk terus mengadakan beragam penyempurnaan dan menyelenggarakan evaluasi secara berkala terhadap sistem kegiatan belajar yang selama ini telah diterapkan.

Di antara jenis kegiatan bertajuk evaluasi hasil belajar yang paling umum dan paling terkenal di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr adalah penyelenggaraan event pekan ujian atau test evaluasi belajar para santri di setiap pertengahan maupun akhir semester, baik yang berupa ujian akademik maupun ujian praktik.

Para santri dan santriwati Rumah Qur'an Al Badr Jakarta ketika mengikuti ujian evaluasi belajar akhir semester di kelas.

Seorang santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta ketika mempraktikan pelajaran gerakan dan bacaan sholat fardhu di kelas.


Beberapa orang santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta ketika mempraktikan pelajaran fiqih gerakan dan bacaan sholat jenazah bagi laki-laki ataupun jenazah perempuan di kelas.


Seorang santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta ketika mempraktikan cara dan pengucapan lafadz adzan di kelas.

Beberapa catatan penting terkait hasil evaluasi belajar para santri tersebut kemudian didokumentasikan ke dalam kitab catatan prestasi belajar santri ( Raport ) untuk kemudian diserahkan kepada para wali santri untuk dievaluasi dalam forum silaturahmi bersama dengan para guru pendidik di Rumah Qur'an Al Badr.

Dari hasil penilaian dan pengamatan para guru pendidik yang selama ini membimbing para santri Rumah Qur'an Al Badr di kelas belajarnya ( halaqah ) masing-masing, dapatlah diambil beberapa kesimpulan tentang sejauh mana tingkat perkembangan belajar bagi setiap santri dalam menimba ilmu di Rumah Qur'an Al Badr.

Rangkaian kegiatan evaluasi hasil belajar para santri yang diselenggarakan bersama para wali santri dan guru pendidik tersebut kemudian berlanjut dengan sesi acara "reses" ( menyerap aspirasi para wali santri ) yang diakhiri dengan sesi pamungkas berupa pembahasan solutif atas kendala-kendala belajar yang mungkin dihadapi para santri di dalam proses belajarnya di kelas.


Baca juga :

Arsip evaluasi Raport santri Al Badr Januari 2026




• Prestasi belajar yang sesungguhnya 

Apa saja yang dapat dipelajari oleh para santri di Rumah Qur'an Al Badr sesungguhnya bukanlah hanya sebatas berorientasi pada kemampuannya dalam meraih prestasi akademis secara teoritis saja, akan tetapi lebih kepada amal praktik yang dapat tercermin di dalam kehidupannya sehari-hari.

Beberapa orang wali santri saat sedang mengecek hafalan Al Qur'an yang telah diraih oleh putra dan putrinya di kelas, upaya untuk membangun kebersamaan dan kenyamanan psikologis bagi para santri dengan membangun kebersamaan dalam mendidik.


• Target belajar yang wajar, bukanlah target yang berlebihan 

Seberapa baik kah kualitas bacaan Al Qur'an yang telah dikuasainya saat ini ?

Sudah seberapa banyak kah ayat-ayat Al Qur'an yang dapat dihafalnya ? 

Seberapa disiplin kah seorang santri dalam menghadiri sholat fardhu berjamaah di masjid ? 

Bagaimana keadaan seorang santri di dalam kesehariannya ketika ia berinteraksi kepada guru dan kedua orangtuanya ?, hingga bagaimana sikap dan tutur kata yang tercermin dari perilaku seorang santri yang belajar Rumah Qur'an Al Badr ?


Silaturahmi evaluasi belajar semester bersama wali santri dan guru 


Silaturahmi evaluasi belajar semester bersama wali santri dan guru 


Silaturahmi evaluasi belajar semester bersama wali santri dan guru 


Silaturahmi evaluasi belajar semester bersama wali santri dan guru 


Hal-hal seperti ini sesungguhnya bukanlah merupakan suatu parameter bertaraf luar biasa ataupun sesuatu yang dianggap berlebihan bila ditinjau dari konsep atau kurikulum belajar yang diterapkan di lembaga pendidikan non formal seperti halnya di Rumah Qur'an Al Badr.

Untuk dapat merealisasikan target-target ideal hasil pembelajaran seperti itu tentunya akan membutuhkan serangkaian proses dan tahapan-tahapan yang harus dilalui, dan pekerjaan tersebut tentunya bukanlah hal yang sederhana semudah membalikkan telapak tangan.

Akan tetapi target-target pencapaian hasil pembelajaran yang telah dicanangkan tersebut sesungguhnya kelak akan menjadi bekal yang sangat dibutuhkan di dalam kehidupan seorang muslim yang berkualitas dalam membangun ketaqwaan nya.

Sebagaimana diketahui, bahwasanya keimanan dan ketaqwaan adalah modal dasar yang paling utama di dalam kehidupan seorang muslim, baik ketika hidupnya di dunia maupun di akhirat nya kelak.



• Tasmi hafalan Al Qur'an sebagai sarana evaluasi pekanan


Raport khas di Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, sebagai media evaluasi hasil belajar skala semesteran


Raport khas di Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, kriteria penilaian prestasi belajar 

Apabila serah terima buku raport adalah momentum evaluasi hasil belajar santri dalam skala semesteran atau pun tahunan, maka tasmi' hafalan Al Qur'an adalah momentum evaluasi hasil belajar santri dalam skala pekanan ( mingguan ).

Melalui event tasmi' hafalan Al Qur'an dalam skala pekanan tersebut, masyarakat dapat turut serta mengikuti dan menyaksikan langsung perkembangan hasil belajar para santri Rumah Qur'an Al Badr di bidang kuantitas dan kualitas hafalan Al Qur'an.

Event tasmi' hafalan Al Qur'an pekanan tersebut dapat disaksikan secara live ataupun dokumentasi rekamannya melalui kanal Facebook Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Al Badr.


Tasmi' hafalan Al Qur'an sebagai media evaluasi hasil belajar dengan skala pekanan


Penganugerahan apresiasi kepada Hasbi Imran, santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta dengan prestasi hafalan 2 juz Al Qur'an ( Juz 29 dan 30 )






• E-raport sarana evaluasi belajar santri se-RQ Al Badr 

Di setiap akhir semester, apabila secara individual setiap wali santri yang datang untuk mewakili putra dan putrinya belajar di Rumah Qur'an Al Badr akan menerima buku catatan hasil prestasi belajar ( raport ) putra dan putrinya masing-masing, maka secara menyeluruh setiap santri dan wali santri dapat pula mengevaluasi perkembangan ataupun prestasi belajar seluruh santri di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr Jakarta melalui tautan e-Raport RQ santri Al Badr yang kini sudah dapat akses secara umum oleh masyarakat.

Dalam momentum soft launching perdana e-raport santri Rumah Qur'an Al Badr diisyaratkan, bahwasanya e-raport yang masih akan disempurnakan tampilan nya tersebut ditujukan sebagai sarana evaluasi belajar dan sarana untuk menumbuhkan semangat fastabiqul Khoirot para santri ( berlomba-lomba dalam kebaikan ) dan juga sebagai sarana penyajian informasi mengenai perkembangan prestasi belajar para santri di Rumah  Qur'an Al Badr kepada seluruh masyarakat.

Data e-raport terbaru yang berisi up-date hasil perkembangan belajar seluruh santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta dapat diakses melalui tautan berikut ini :






• Catatan prestasi belajar santri RQ Al Badr 

Dalam kurun waktu lebih dari 7 tahun sejak berdirinya Rumah Qur'an Al Badr, tercatat beberapa buah prestasi belajar yang cukup menggembirakan yang dapat diraih para santri.

Beberapa prestasi layak diperhitungkan tersebut diantaranya adalah:


1. keberhasilan bagi 15 orang santri Rumah Qur'an Al Badr untuk memperoleh hafalan Al Qur'an juz ke-30 ( Juz Amma )

2. Keberhasilan bagi 3 orang santri Rumah Qur'an Al Badr dalam melanjutkan hafalan Juz Amma nya hingga mencapai setengah bagian pada juz ke-29.

3. Keberhasilan 1 orang santri Rumah Qur'an Al Badr dalam menuntaskan 2 juz hafalan Al Qur'an ( juz 30 dan 29 )

4. Keberhasilan bagi 15 orang santri Rumah Qur'an Al Badr dalam menamatkan pelajaran kitab Iqro 1 sampai 6 dengan predikat memuaskan.

5. Keberhasilan beberapa santri RQ Al Badr dalam memenangkan lomba tahfidz Al Qur'an yang diselenggarakan pada event yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal tempat nya bersekolah.

Sabina Aulia Cantika, santriwati Rumah Qur'an Al Badr dari halaqah 2, sukses juara 1 lomba tahfidz juz ke 30 yang diselenggarakan di sekolah dasar 07 Ragunan, Jakarta Selatan, September 2026.


Badrika Al Farezi, santri Rumah Qur'an Al Badr dari halaqah 4, sukses juara 2 lomba tahfidz Al Qur'an juz ke 30 yang diselenggarakan di sekolah dasar 07 Ragunan, Jakarta Selatan, September 2026.


Arshaka Ransi Alden, santri Rumah Qur'an Al Badr dari halaqah 1, sukses juara 3 lomba tahfidz Al Qur'an juz ke 30 yang diselenggarakan di sekolah dasar 07 Ragunan, Jakarta Selatan, September 2026.


6. Keberhasilan dalam peningkatkan jumlah kapasitas penerimaan santri yang dapat belajar di Rumah Qur'an Al Badr dari semula hanya 1 halaqah belajar ( 10 santri ) menjadi 8 halaqah belajar ( 84 santri ).

7. Membantu penyediaan mushaf Al Qur'an ataupun sarana belajar Al Qur'an bagi beberapa TPA milik masyarakat setempat yang berada di wilayah Jabodetabek dan wilayah distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

8. Menghantarkan 1 orang santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta  dan 1 orang santri TPA Al Badr di wilayah Papua Barat untuk melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan formal di SMA Al Qur'an Al Ihsan Jakarta Selatan melalui jalur beasiswa.


Baca juga :

Prestasi Santri RQ Al Badr


Sederetan prestasi yang dituliskan tadi, barangkali belum lah seberapa bila dibandingkan dengan deretan penghargaan dan prestasi belajar yang telah diraih oleh pondok-pondok pesantren atau lembaga-lembaga pendidikan terkenal lainnya yang lebih berpengalaman dalam melintasi zaman demi zaman.


Belajar membaca Al Qur'an tahap pertama dengan kitab Iqro 1 - 6

Tahap belajar membaca Al Qur'an yang ke dua, tahsin bacaan Al Qur'an di depan guru



Tahap belajar membaca Al Qur'an lanjutan, tahsin bacaan Al Qur'an di depan guru


Tahap lanjutan menyetorkan hafalan Al Qur'an dengan cara tasmi' harian.



Belajar membaca dan menghafal Al Qur'an tak mengenal usia 



Belajar membaca dan menghafal Al Qur'an tak mengenal usia 


Tahap belajar Al Qur'an tingkat selanjutnya, tafsir ayat ayat Al Qur'an 



Tahap belajar Al Qur'an tingkat selanjutnya, mempelajari bahasa Arab bagi yang tilawah Al Qur'an nya telah lancar 

Akan tetapi sederetan daftar prestasi yang berhasil diraih ini, kiranya lebih tepat bila dianggap sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat pertolongan dan kemudahan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'Alaa dalam membangun sistem pendidikan dan mengembangkan lembaga pendidikan Rumah Qur'an Al Badr sejak dari awal sampai sekarang.

Sejak dari tidak ada menjadi ada.

Sejak masih dirintis keberadaannya hingga dikembangkan secara berkelanjutan.


Sederetan hasil prestasi belajar yang masih harus ditingkatkan tersebut juga merupakan bentuk rasa terimakasih dari team pengelola Rumah Qur'an kepada segenap donatur dan masyarakat Indonesia yang telah bersimpati dan membantu keberlanjutan dakwah Islamiah melalui jalur pendidikan Al Qur'an.


Struktur dan kepadatan jadwal kegiatan Belajar mengajar di Rumah Qur'an Al Badr terbaru di bulan Rabiul Awal 1448 H / September 2026.


Team kerja Rumah Qur'an Al Badr Jakarta 

Segenap pengelola dan kerabat kerja guru pendidik di Rumah Qur'an Al Badr, akan kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung dan mensukseskan kelanjutan program pendidikan Islam yang dalam beberapa saat mendatang akan kembali diluncurkan dengan program-program yang baru. 

In syaa Allah



Selasa, 18 Agustus 2026

Memaknai hari kemerdekaan Indonesia

Redaksi website Rumah Qur'an Al Badr telah menyusun sebuah narasi singkat yang berisi beberapa gagasan dalam memaknai dan mengisi momentum bersejarah, hari kemerdekaan Republik Indonesia.


Tepat sejak 81 tahun yang lalu, ketika proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia secara serentak dikumandangkan ke seluruh penjuru negeri dan seluruh penjuru dunia, berjuta masyarakat khususnya yang berada di negeri Indonesia serta merta turut menyambut momentum istimewa tersebut dengan penuh rasa gembira sambil mengucapkan rasa syukur kepada Illahi atas limpahan nikmat kemerdekaan yang telah dikaruniakan Nya.

Dalam pandangan masyarakat Indonesia kala itu, hari kemerdekaan ini merupakan titik awal tumbuh nya harapan yang besar di masa depan nanti, adanya suatu bentuk kemerdekaan bangsa Indonesia dari segenap bentuk penjajahan, penindasan, kebodohan, dan keterbelakangan yang dulu sempat mendera bangsa Indonesia di seluruh Nusantara dari Sabang sampai Merauke selama lebih dari 3 abad lamanya.

Kini, di era mutakhir yang jatuh di bulan Rabiul Awal 1448 H atau bertepatan dengan bulan Agustus 2026, segenap masyarakat Indonesia kembali mengenang dan mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah dienyam sejak lebih dari 81 tahun yang lalu.

Hari kemerdekaan Indonesia sejatinya tidak lah cukup hanya sebatas dikenang di dalam kegiatan seremonial upacara bendera, atau sekedar dimeriahkan dengan berbagai jenis perlombaan dan permainan saja.

Akan tetapi hari kemerdekaan ini hendaknya dapat dijadikan sebagai ajang untuk dapat kembali membangun kesadaran dari dalam hati, bahwasanya kemerdekaan ini haruslah diisi dengan segenap hal positif dan karya nyata.


Sudahkah masyarakat Indonesia, khususnya kaum muslimin memaknai momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia ini secara paripurna ?




• Kemerdekaan adalah hak azasi setiap umat manusia 

Sebagai mahluk sosial, di dalam kesehariannya seseorang akan selalu berinteraksi antara satu dan lainnya.

Interaksi antar individu manusia ini di dalam prespektif Islam biasa disebut dengan istilah Habluminannas

Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, seseorang biasanya akan sering berinteraksi atau bergaul dengan orang-orang yang relatif berada di dekatnya, yang biasa di sebut sebagai tetangga.

Secara umum, apa yang disebut sebagai tetangga dapat memiliki beberapa makna, tergantung dari konteks yang digunakannya seperti tetangga di lingkungan rumah, tetangga dalam lingkungan kelas di sekolah, orang yang duduk sebangku di bus, rekan sejawat di kantor, warganet, tetangga di platform media sosial, dan lain sebagainya.

Dalam lingkup tatanan internasional, barangkali negeri-negeri yang terdekat seperti Malaysia, Singapura, maupun Fhilipina dapatlah disebut sebagai negeri-negeri Jiran, atau negeri-negeri tetangga Indonesia.

Sedangkan dalam makna yang paling spesifik, istilah tetangga adalah siapa saja yang rumahnya berdekatan dengan tempat tinggal seseorang, atau biasa disebut dengan istilah tetangga rumah. 


Sebagai bentuk penghormatan atas hak kemerdekaan seseorang ataupun sekelompok masyarakat dari setiap bentuk penindasan, gangguan, serta rasa takut, maka setiap muslim atau masyarakat muslimin berwajiban untuk dapat memberikan jaminan bagi rasa aman kepada setiap orang atau masyarakat yang menjadi tetangga nya tersebut, baik mereka itu sama-sama sebagai seorang muslim atau bahkan non muslim sekalipun.



• Mengenal jenis-jenis hak seorang tetangga 

Seorang ulama kharismatik abad pertengahan Masehi yang berasal dari kalangan mahzab As Syafi'i pernah menulis dalam sebuah kitab hadits, yang secara makna dapat disimpulkan bahwasanya tetangga itu terdiri dari tiga macam : 

Yaitu tetangga yang memiliki satu hak, tetangga yang memiliki dua hak, dan tetangga yang memiliki tiga hak.


Adapun tetangga yang memiliki tiga hak adalah tetangga yang muslim dari kalangan kerabat atau keluarga. 

Mereka memiliki hak nya sebagai tetangga, hak sebagai kerabat, dan hak sebagai muslim. 


Sedangkan tetangga dengan dua hak adalah tetangga yang muslim ( namun bukan termasuk karib kerabat ) : 

Mereka memiliki hak nya sebagai tetangga dan hak nya sebagai muslim.


Sedangkan yang hanya memiliki satu hak adalah tetangga yang musyrik, atau pun nonmuslim”.


Dalam catatan resensi yang disampaikan Imam zainudin al-Iraqi, teks aseli dari matan hadits tersebut tercantum dalam Musnad al-Hasan bin Sufyan, Musnad al-Bazzar, Kitab ats-Tsawab Abu Syaikh, dan Hilyah Abu Nu’aim, dari sahabat Ibn Umar ra.

Meskipun menurut Imam Zainudin al-Iraqi, sanad hadits tersebut dinyatakan lemah (dhaif), akan tetapi penulis berpendapat, secara makna hadits tersebut dapat diterima berdasarkan catatan dari kitab Zayn ad-Din al-‘Iraqi, al-Mughni ‘an al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ihya min al-Akhbar, dalam: Ihya Ulum ad-Din, (Cairo: Dar al-Hadits, 1994), juz 2, hal. 329.




• Peringatan tegas bagi setiap "pelaku sumber masalah" atau pengganggu ketenangan dan keamanan di dalam masyarakat


Terkait dengan hak-hak yang dimiliki oleh setiap tetangga, terdapat sebuah peringatan yang tertuang di dalam sebuah hadits shahih.


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya“.


Bentuk ancaman yang tercermin dari kalimat peringatan "tidak akan masuk surga" pada teks hadits tersebut adalah bentuk penegasan bahwasanya seorang muslim dianggap telah melakukan kesalahan besar dan dianggap telah berdosa besar apabila melakukan perbuatan yang mengganggu atau meneror tetangganya, sebagaimana yang disebut di dalam kelanjutan teks hadits tersebut.


Sedangkan makna "tetangga" di dalam hadits ini dapat dianggap sebagai tetangga yang menjadi korban ketidak nyamanan hidup secara umum, baik ia sama-sama seorang muslim atau pun non muslim.


Sedangkan makna dari frasa  "kejahatannya" yang terdapat di bagian akhir dari redaksional hadits tersebut secara khusus dapat diperinci ke dalam dua kategori yaitu kejahatan dari tangan dan kejahatan dari lisan ( perbuatan dan perkataan ), sebagaimana tertulis dalam sebuah hadits shahih :


الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim (yang baik) adalah yang kaum muslimin selamat dari keburukan lisan dan kejahatan tangannya.”

(HR. Bukhari no. 10)


Seandainya setiap muslim mengetahui dan dapat menerapkan hadits ini di dalam kesehariannya, maka makna kemerdekaan yang paripurna tentu akan dapat terealisasi dengan baik, yaitu kemerdekaan dari penindasan, teror / gangguan, dan rasa takut di tengah masyarakat.


Dan bahkan seandainya para pemangku kekuasaan negara mengetahui dan mau mengamalkan hadits tersebut di dalam kehidupannya, tentu tidak akan terjadi pengkhianatan atas amanat dan jabatan yang tengah diembannya sehingga keadilan sosial dan kesejahteraan pun akan tegak di tengah masyarakat.


Dewasa ini betapa kita tersadar oleh maraknya kejahatan tangan berupa kriminalitas terlebih lagi kejahatan lisan seperti mantra sihir, ghibah, namimah, fitnah, sumpah serapah, atau pelecehan verbal yang terjadi baik di dunia nyata maupun di dunia maya.


Berbagai bentuk pelanggaran tersebut kerap berujung pada terjadinya kerusuhan dan kekacauan di tengah masyarakat 

Masyarakat muslimin yang merupakan bagian terbesar dari keseluruhan masyarakat di Indonesia sungguh memiliki andil yang sangat besar dalam menentukan masa depan kejayaan Indonesia.




• Makna paripurna kemerdekaan bagi setiap individu muslim 


Makna harfiah dari kemerdekaan adalah kebebasan.

Bebas dari setiap bentuk penindasan, kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan dan bebas dari segenap rasa takut.



Kemerdekaan adalah bagian dari konsep hak azasi dalam kehidupan umat manusia.

Akan tetapi kemerdekaan yang dimaksud bukanlah berarti kebebasan hidup yang mutlak tanpa batas.

Kemerdekaan yang merupakan hak azasi manusia bukan pula berarti bebas memilih dan menjalani kehidupan yang tanpa aturan atau bahkan menyimpang.

Dalam menjalankan kehidupannya di dunia, setiap manusia memiliki hak sekaligus kewajibannya masing-masing yang bertransformasi menjadi suatu bentuk keseimbangan.


Dalam Al Qur'an disebutkan, bahwasanya dalam proses penciptaan setiap mahluk hidup, sungguh telah disiapkan pula berbagai macam kebutuhan yang akan digunakan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Sehingga apabila makhluk sekelas hewan melata saja sudah dijamin semua pemenuhan kebutuhan hidupnya, maka sebagai mahluk dengan derajat yang paling mulia, manusia tentu memiliki keutamaan dan prioritas yang paling tinggi.


 وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ ۝٦

"Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."

( Qs. Hud : 6 )


 

Dengan terpenuhinya segenap kebutuhan bagi kelangsungan hidupnya, maka hal yang paling tepat untuk mensyukuri limpahan karunia keamanan dan kesejahteraan tersebut adalah dengan cara melaksanakan satu bentuk kewajibannya berbakti kepada dzat yang telah menciptakannya secara sempurna.



فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ۝٣

maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah)


الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍࣖ ۝٤

yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.


( QS. Quraisy : 4 - 5 )



Sungguh apabila kita membandingkan keadaan negeri Indonesia tercinta dengan kenyataan pahit yang tengah terjadi di negeri Palestina saat ini, kemerdekaan bangsa Indonesia adalah nikmat dan karunia yang sangat besar nilainya, ketika stabilitas keamanan negeri dapat menjamin kebebasan bagi segenap masyarakat nya yang muslim dalam beribadah untuk mewujudkan taqwa dan melestarikan nilai-nilai tauhid, sebagaimana yang tertulis dalam janji setia yang akan selalu diucapkan pada setiap momentum ibadah sholat nya :


اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.


( QS. Al Fatihah : 5 )



• Kesimpulan 

Dalam limpahan nikmat berupa keamanan dan kedamaian yang diperoleh dari momentum hari kemerdekaan negara Republik Indonesia saat ini, sudahkah setiap masyarakat nya yang muslim berusaha untuk selalu meningkatkan rasa syukur dan mengisi momentum kemerdekaan ini dengan senantiasa berusaha untuk meningkatkan nilai ketaqwaan nya ?




Ataukah kita justru masih tenggelam dalam sikap ketidakpedulian, kemalasan dalam menuntut ilmu, keengganan dalam berbuat kebaikan dan terhanyut dalam beragam kelalaian yang menina bobokan ?


Demikianlah PR yang harus dijawab oleh setiap masyarakat muslimin di Indonesia saat ini dalam tugasnya memaknai secara paripurna hari kemerdekaan Republik Indonesia yang akan selalu diperingati di setiap tanggal 17 Agustus itu.



Jakarta, 4 Rabiul Awal 1448 H, bertepatan dengan 17 Agustus 2026

Team redaksi website Rumah Qur'an Al Badr 





Postingan populer

Halaqah Tarbiyah, sarana pembinaan siswa remaja di RQ Al Badr

Rumah Qur'an Al Badr Jakarta kembali mengetengahkan beberapa inovasi terbaru di dalam penyempurnaan program kependidikan Al Qur'an y...