Rabu, 16 September 2026

Perjuangan menggapai prestasi di RQ Al Badr

Rentang perjalanan waktu yang panjang adalah salah satu asset alamiah yang sangat berharga bagi sebuah entitas lembaga pendidikan profesional dalam mengusahakan beragam perubahan ataupun perbaikan agar di masa depan keberadaan lembaga tersebut dapat menjadi lebih baik lagi di bandingkan dengan masa-masa yang sebelumnya.

Konsep perubahan dan penyempurnaan di dalam lingkup lembaga pendidikan profesional tersebut, tentunya dapat pula diaplikasikan di dalam ranah dunia pendidikan bernuansa Islami, sebagaimana pada kegiatan belajar para santri yang diselenggarakan di Rumah Qur'an Al Badr.

Teamwork Rumah Qur'an Al Badr Jakarta 


Perkembangan atau pun prestasi yang dapat diraih para santri dalam perjalanan kegiatan belajarnya sesungguhnya adalah manifestasi dari adanya perubahan dan penyempurnaan terhadap penyelenggaraan sistem pembelajaran yang lebih adaptif, lebih nyaman, dan lebih menyenangkan yang diharapkan dapat meningkatkan rasa semangat dan kesungguhan belajar, serta kegembiraan di benak setiap santri ketika ia sedang bergelut menuntut ilmu.


Baca juga :

6 tahun Perjalanan Rumah Qur'an Al Badr




• Raport sebagai media evaluasi belajar yang terbaik 

Dalam rangka usaha peningkatan prestasi belajar tersebut, Rumah Qur'an Al Badr telah berkomitmen untuk terus mengadakan beragam penyempurnaan dan menyelenggarakan evaluasi secara berkala terhadap sistem kegiatan belajar yang selama ini telah diterapkan.

Di antara jenis kegiatan bertajuk evaluasi hasil belajar yang paling umum dan paling terkenal di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr adalah penyelenggaraan event pekan ujian atau test evaluasi belajar para santri di setiap pertengahan maupun akhir semester, baik yang berupa ujian akademik maupun ujian praktik.

Para santri dan santriwati Rumah Qur'an Al Badr Jakarta ketika mengikuti ujian evaluasi belajar akhir semester di kelas.

Seorang santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta ketika mempraktikan pelajaran gerakan dan bacaan sholat fardhu di kelas.


Beberapa orang santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta ketika mempraktikan pelajaran fiqih gerakan dan bacaan sholat jenazah bagi laki-laki ataupun jenazah perempuan di kelas.


Seorang santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta ketika mempraktikan cara dan pengucapan lafadz adzan di kelas.

Beberapa catatan penting terkait hasil evaluasi belajar para santri tersebut kemudian didokumentasikan ke dalam kitab catatan prestasi belajar santri ( Raport ) untuk kemudian diserahkan kepada para wali santri untuk dievaluasi dalam forum silaturahmi bersama dengan para guru pendidik di Rumah Qur'an Al Badr.

Dari hasil penilaian dan pengamatan para guru pendidik yang selama ini membimbing para santri Rumah Qur'an Al Badr di kelas belajarnya ( halaqah ) masing-masing, dapatlah diambil beberapa kesimpulan tentang sejauh mana tingkat perkembangan belajar bagi setiap santri dalam menimba ilmu di Rumah Qur'an Al Badr.

Rangkaian kegiatan evaluasi hasil belajar para santri yang diselenggarakan bersama para wali santri dan guru pendidik tersebut kemudian berlanjut dengan sesi acara "reses" ( menyerap aspirasi para wali santri ) yang diakhiri dengan sesi pamungkas berupa pembahasan solutif atas kendala-kendala belajar yang mungkin dihadapi para santri di dalam proses belajarnya di kelas.


Baca juga :

Arsip evaluasi Raport santri Al Badr Januari 2026




• Prestasi belajar yang sesungguhnya 

Apa saja yang dapat dipelajari oleh para santri di Rumah Qur'an Al Badr sesungguhnya bukanlah hanya sebatas berorientasi pada kemampuannya dalam meraih prestasi akademis secara teoritis saja, akan tetapi lebih kepada amal praktik yang dapat tercermin di dalam kehidupannya sehari-hari.

Beberapa orang wali santri saat sedang mengecek hafalan Al Qur'an yang telah diraih oleh putra dan putrinya di kelas, upaya untuk membangun kebersamaan dan kenyamanan psikologis bagi para santri dengan membangun kebersamaan dalam mendidik.


• Target belajar yang wajar, bukanlah target yang berlebihan 

Seberapa baik kah kualitas bacaan Al Qur'an yang telah dikuasainya saat ini ?

Sudah seberapa banyak kah ayat-ayat Al Qur'an yang dapat dihafalnya ? 

Seberapa disiplin kah seorang santri dalam menghadiri sholat fardhu berjamaah di masjid ? 

Bagaimana keadaan seorang santri di dalam kesehariannya ketika ia berinteraksi kepada guru dan kedua orangtuanya ?, hingga bagaimana sikap dan tutur kata yang tercermin dari perilaku seorang santri yang belajar Rumah Qur'an Al Badr ?


Silaturahmi evaluasi belajar semester bersama wali santri dan guru 


Silaturahmi evaluasi belajar semester bersama wali santri dan guru 


Silaturahmi evaluasi belajar semester bersama wali santri dan guru 


Silaturahmi evaluasi belajar semester bersama wali santri dan guru 


Hal-hal seperti ini sesungguhnya bukanlah merupakan suatu parameter bertaraf luar biasa ataupun sesuatu yang dianggap berlebihan bila ditinjau dari konsep atau kurikulum belajar yang diterapkan di lembaga pendidikan non formal seperti halnya di Rumah Qur'an Al Badr.

Untuk dapat merealisasikan target-target ideal hasil pembelajaran seperti itu tentunya akan membutuhkan serangkaian proses dan tahapan-tahapan yang harus dilalui, dan pekerjaan tersebut tentunya bukanlah hal yang sederhana semudah membalikkan telapak tangan.

Akan tetapi target-target pencapaian hasil pembelajaran yang telah dicanangkan tersebut sesungguhnya kelak akan menjadi bekal yang sangat dibutuhkan di dalam kehidupan seorang muslim yang berkualitas dalam membangun ketaqwaan nya.

Sebagaimana diketahui, bahwasanya keimanan dan ketaqwaan adalah modal dasar yang paling utama di dalam kehidupan seorang muslim, baik ketika hidupnya di dunia maupun di akhirat nya kelak.



• Tasmi hafalan Al Qur'an sebagai sarana evaluasi pekanan


Raport khas di Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, sebagai media evaluasi hasil belajar skala semesteran


Raport khas di Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, kriteria penilaian prestasi belajar 

Apabila serah terima buku raport adalah momentum evaluasi hasil belajar santri dalam skala semesteran atau pun tahunan, maka tasmi' hafalan Al Qur'an adalah momentum evaluasi hasil belajar santri dalam skala pekanan ( mingguan ).

Melalui event tasmi' hafalan Al Qur'an dalam skala pekanan tersebut, masyarakat dapat turut serta mengikuti dan menyaksikan langsung perkembangan hasil belajar para santri Rumah Qur'an Al Badr di bidang kuantitas dan kualitas hafalan Al Qur'an.

Event tasmi' hafalan Al Qur'an pekanan tersebut dapat disaksikan secara live ataupun dokumentasi rekamannya melalui kanal Facebook Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Al Badr.


Tasmi' hafalan Al Qur'an sebagai media evaluasi hasil belajar dengan skala pekanan


Penganugerahan apresiasi kepada Hasbi Imran, santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta dengan prestasi hafalan 2 juz Al Qur'an ( Juz 29 dan 30 )






• E-raport sarana evaluasi belajar santri se-RQ Al Badr 

Di setiap akhir semester, apabila secara individual setiap wali santri yang datang untuk mewakili putra dan putrinya belajar di Rumah Qur'an Al Badr akan menerima buku catatan hasil prestasi belajar ( raport ) putra dan putrinya masing-masing, maka secara menyeluruh setiap santri dan wali santri dapat pula mengevaluasi perkembangan ataupun prestasi belajar seluruh santri di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr Jakarta melalui tautan e-Raport RQ santri Al Badr yang kini sudah dapat akses secara umum oleh masyarakat.

Dalam momentum soft launching perdana e-raport santri Rumah Qur'an Al Badr diisyaratkan, bahwasanya e-raport yang masih akan disempurnakan tampilan nya tersebut ditujukan sebagai sarana evaluasi belajar dan sarana untuk fastabiqul Khoirot para santri ( berlomba-lomba dalam kebaikan ) dan juga sebagai sarana penyajian informasi mengenai perkembangan prestasi belajar para santri bagi seluruh masyarakat dan dermawan yang selama ini membantu donasi operasional di Rumah Qur'an Al Badr.

Data e-raport terbaru yang berisi up-date hasil perkembangan belajar seluruh santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta dapat diakses melalui tautan berikut ini :






• Catatan prestasi belajar santri RQ Al Badr 

Dalam kurun waktu lebih dari 7 tahun sejak berdirinya Rumah Qur'an Al Badr, tercatat beberapa buah prestasi belajar yang cukup menggembirakan yang dapat diraih para santri.

Beberapa prestasi layak diperhitungkan tersebut diantaranya adalah:


1. keberhasilan bagi 15 orang santri Rumah Qur'an Al Badr untuk memperoleh hafalan Al Qur'an juz ke-30 ( Juz Amma )

2. Keberhasilan bagi 3 orang santri Rumah Qur'an Al Badr dalam melanjutkan hafalan Juz Amma nya hingga mencapai setengah bagian pada juz ke-29.

3. Keberhasilan 1 orang santri Rumah Qur'an Al Badr dalam menuntaskan 2 juz hafalan Al Qur'an ( juz 30 dan 29 )

4. Keberhasilan bagi 15 orang santri Rumah Qur'an Al Badr dalam menamatkan pelajaran kitab Iqro 1 sampai 6 dengan predikat memuaskan.

5. Keberhasilan beberapa santri RQ Al Badr dalam memenangkan lomba tahfidz Al Qur'an yang diselenggarakan pada event yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal tempat nya bersekolah.

6. Keberhasilan dalam peningkatkan jumlah kapasitas penerimaan santri yang dapat belajar di Rumah Qur'an Al Badr dari semula hanya 1 halaqah belajar ( 10 santri ) menjadi 8 halaqah belajar ( 84 santri ).

7. Membantu penyediaan mushaf Al Qur'an ataupun sarana belajar Al Qur'an bagi beberapa TPA milik masyarakat setempat yang berada di wilayah Jabodetabek dan wilayah distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

8. Menghantarkan 1 orang santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta  dan 1 orang santri TPA Al Badr di wilayah Papua Barat untuk melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan formal di SMA Al Qur'an Al Ihsan Jakarta Selatan melalui jalur beasiswa.


Baca juga :

Prestasi Santri RQ Al Badr


Sederetan prestasi yang dituliskan tadi, barangkali belum lah seberapa bila dibandingkan dengan deretan penghargaan dan prestasi belajar yang telah diraih oleh pondok-pondok pesantren atau lembaga-lembaga pendidikan terkenal lainnya yang lebih berpengalaman dalam melintasi zaman demi zaman.


Belajar membaca Al Qur'an tahap pertama dengan kitab Iqro 1 - 6

Tahap belajar membaca Al Qur'an yang ke dua, tahsin bacaan Al Qur'an di depan guru



Tahap belajar membaca Al Qur'an lanjutan, tahsin bacaan Al Qur'an di depan guru


Tahap lanjutan menyetorkan hafalan Al Qur'an dengan cara tasmi' harian.



Belajar membaca dan menghafal Al Qur'an tak mengenal usia 



Belajar membaca dan menghafal Al Qur'an tak mengenal usia 


Tahap belajar Al Qur'an tingkat selanjutnya, tafsir ayat ayat Al Qur'an 



Tahap belajar Al Qur'an tingkat selanjutnya, mempelajari bahasa Arab bagi yang tilawah Al Qur'an nya telah lancar 

Akan tetapi sederetan daftar prestasi yang berhasil diraih ini, kiranya lebih tepat bila dianggap sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat pertolongan dan kemudahan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'Alaa dalam membangun sistem pendidikan dan mengembangkan lembaga pendidikan Rumah Qur'an Al Badr sejak dari awal sampai sekarang.

Sejak dari tidak ada menjadi ada.

Sejak masih dirintis keberadaannya hingga dikembangkan secara berkelanjutan.


Sederetan hasil prestasi belajar yang masih harus ditingkatkan tersebut juga merupakan bentuk rasa terimakasih dari team pengelola Rumah Qur'an kepada segenap donatur dan masyarakat Indonesia yang telah bersimpati dan membantu keberlanjutan dakwah Islamiah melalui jalur pendidikan Al Qur'an.


Struktur dan kepadatan jadwal kegiatan Belajar mengajar di Rumah Qur'an Al Badr terbaru di bulan Rabiul Awal 1448 H / September 2026.


Team kerja Rumah Qur'an Al Badr Jakarta 

Segenap pengelola dan kerabat kerja guru pendidik di Rumah Qur'an Al Badr, akan kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung dan mensukseskan kelanjutan program pendidikan Islam yang dalam beberapa saat mendatang akan kembali diluncurkan dengan program-program yang baru. 

In syaa Allah



Selasa, 18 Agustus 2026

Memaknai hari kemerdekaan Indonesia

Redaksi website Rumah Qur'an Al Badr telah menyusun sebuah narasi singkat yang berisi beberapa gagasan dalam memaknai dan mengisi momentum bersejarah, hari kemerdekaan Republik Indonesia.


Tepat sejak 81 tahun yang lalu, ketika proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia secara serentak dikumandangkan ke seluruh penjuru negeri dan seluruh penjuru dunia, berjuta masyarakat khususnya yang berada di negeri Indonesia serta merta turut menyambut momentum istimewa tersebut dengan penuh rasa gembira sambil mengucapkan rasa syukur kepada Illahi atas limpahan nikmat kemerdekaan yang telah dikaruniakan Nya.

Dalam pandangan masyarakat Indonesia kala itu, hari kemerdekaan ini merupakan titik awal tumbuh nya harapan yang besar di masa depan nanti, adanya suatu bentuk kemerdekaan bangsa Indonesia dari segenap bentuk penjajahan, penindasan, kebodohan, dan keterbelakangan yang dulu sempat mendera bangsa Indonesia di seluruh Nusantara dari Sabang sampai Merauke selama lebih dari 3 abad lamanya.

Kini, di era mutakhir yang jatuh di bulan Rabiul Awal 1448 H atau bertepatan dengan bulan Agustus 2026, segenap masyarakat Indonesia kembali mengenang dan mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah dienyam sejak lebih dari 81 tahun yang lalu.

Hari kemerdekaan Indonesia sejatinya tidak lah cukup hanya sebatas dikenang di dalam kegiatan seremonial upacara bendera, atau sekedar dimeriahkan dengan berbagai jenis perlombaan dan permainan saja.

Akan tetapi hari kemerdekaan ini hendaknya dapat dijadikan sebagai ajang untuk dapat kembali membangun kesadaran dari dalam hati, bahwasanya kemerdekaan ini haruslah diisi dengan segenap hal positif dan karya nyata.


Sudahkah masyarakat Indonesia, khususnya kaum muslimin memaknai momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia ini secara paripurna ?




• Kemerdekaan adalah hak azasi setiap umat manusia 

Sebagai mahluk sosial, di dalam kesehariannya seseorang akan selalu berinteraksi antara satu dan lainnya.

Interaksi antar individu manusia ini di dalam prespektif Islam biasa disebut dengan istilah Habluminannas

Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, seseorang biasanya akan sering berinteraksi atau bergaul dengan orang-orang yang relatif berada di dekatnya, yang biasa di sebut sebagai tetangga.

Secara umum, apa yang disebut sebagai tetangga dapat memiliki beberapa makna, tergantung dari konteks yang digunakannya seperti tetangga di lingkungan rumah, tetangga dalam lingkungan kelas di sekolah, orang yang duduk sebangku di bus, rekan sejawat di kantor, warganet, tetangga di platform media sosial, dan lain sebagainya.

Dalam lingkup tatanan internasional, barangkali negeri-negeri yang terdekat seperti Malaysia, Singapura, maupun Fhilipina dapatlah disebut sebagai negeri-negeri Jiran, atau negeri-negeri tetangga Indonesia.

Sedangkan dalam makna yang paling spesifik, istilah tetangga adalah siapa saja yang rumahnya berdekatan dengan tempat tinggal seseorang, atau biasa disebut dengan istilah tetangga rumah. 


Sebagai bentuk penghormatan atas hak kemerdekaan seseorang ataupun sekelompok masyarakat dari setiap bentuk penindasan, gangguan, serta rasa takut, maka setiap muslim atau masyarakat muslimin berwajiban untuk dapat memberikan jaminan bagi rasa aman kepada setiap orang atau masyarakat yang menjadi tetangga nya tersebut, baik mereka itu sama-sama sebagai seorang muslim atau bahkan non muslim sekalipun.



• Mengenal jenis-jenis hak seorang tetangga 

Seorang ulama kharismatik abad pertengahan Masehi yang berasal dari kalangan mahzab As Syafi'i pernah menulis dalam sebuah kitab hadits, yang secara makna dapat disimpulkan bahwasanya tetangga itu terdiri dari tiga macam : 

Yaitu tetangga yang memiliki satu hak, tetangga yang memiliki dua hak, dan tetangga yang memiliki tiga hak.


Adapun tetangga yang memiliki tiga hak adalah tetangga yang muslim dari kalangan kerabat atau keluarga. 

Mereka memiliki hak nya sebagai tetangga, hak sebagai kerabat, dan hak sebagai muslim. 


Sedangkan tetangga dengan dua hak adalah tetangga yang muslim ( namun bukan termasuk karib kerabat ) : 

Mereka memiliki hak nya sebagai tetangga dan hak nya sebagai muslim.


Sedangkan yang hanya memiliki satu hak adalah tetangga yang musyrik, atau pun nonmuslim”.


Dalam catatan resensi yang disampaikan Imam zainudin al-Iraqi, teks aseli dari matan hadits tersebut tercantum dalam Musnad al-Hasan bin Sufyan, Musnad al-Bazzar, Kitab ats-Tsawab Abu Syaikh, dan Hilyah Abu Nu’aim, dari sahabat Ibn Umar ra.

Meskipun menurut Imam Zainudin al-Iraqi, sanad hadits tersebut dinyatakan lemah (dhaif), akan tetapi penulis berpendapat, secara makna hadits tersebut dapat diterima berdasarkan catatan dari kitab Zayn ad-Din al-‘Iraqi, al-Mughni ‘an al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ihya min al-Akhbar, dalam: Ihya Ulum ad-Din, (Cairo: Dar al-Hadits, 1994), juz 2, hal. 329.




• Peringatan tegas bagi setiap "pelaku sumber masalah" atau pengganggu ketenangan dan keamanan di dalam masyarakat


Terkait dengan hak-hak yang dimiliki oleh setiap tetangga, terdapat sebuah peringatan yang tertuang di dalam sebuah hadits shahih.


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya“.


Bentuk ancaman yang tercermin dari kalimat peringatan "tidak akan masuk surga" pada teks hadits tersebut adalah bentuk penegasan bahwasanya seorang muslim dianggap telah melakukan kesalahan besar dan dianggap telah berdosa besar apabila melakukan perbuatan yang mengganggu atau meneror tetangganya, sebagaimana yang disebut di dalam kelanjutan teks hadits tersebut.


Sedangkan makna "tetangga" di dalam hadits ini dapat dianggap sebagai tetangga yang menjadi korban ketidak nyamanan hidup secara umum, baik ia sama-sama seorang muslim atau pun non muslim.


Sedangkan makna dari frasa  "kejahatannya" yang terdapat di bagian akhir dari redaksional hadits tersebut secara khusus dapat diperinci ke dalam dua kategori yaitu kejahatan dari tangan dan kejahatan dari lisan ( perbuatan dan perkataan ), sebagaimana tertulis dalam sebuah hadits shahih :


الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim (yang baik) adalah yang kaum muslimin selamat dari keburukan lisan dan kejahatan tangannya.”

(HR. Bukhari no. 10)


Seandainya setiap muslim mengetahui dan dapat menerapkan hadits ini di dalam kesehariannya, maka makna kemerdekaan yang paripurna tentu akan dapat terealisasi dengan baik, yaitu kemerdekaan dari penindasan, teror / gangguan, dan rasa takut di tengah masyarakat.


Dan bahkan seandainya para pemangku kekuasaan negara mengetahui dan mau mengamalkan hadits tersebut di dalam kehidupannya, tentu tidak akan terjadi pengkhianatan atas amanat dan jabatan yang tengah diembannya sehingga keadilan sosial dan kesejahteraan pun akan tegak di tengah masyarakat.


Dewasa ini betapa kita tersadar oleh maraknya kejahatan tangan berupa kriminalitas terlebih lagi kejahatan lisan seperti mantra sihir, ghibah, namimah, fitnah, sumpah serapah, atau pelecehan verbal yang terjadi baik di dunia nyata maupun di dunia maya.


Berbagai bentuk pelanggaran tersebut kerap berujung pada terjadinya kerusuhan dan kekacauan di tengah masyarakat 

Masyarakat muslimin yang merupakan bagian terbesar dari keseluruhan masyarakat di Indonesia sungguh memiliki andil yang sangat besar dalam menentukan masa depan kejayaan Indonesia.




Makna paripurna kemerdekaan bagi setiap individu muslim 


Makna harfiah dari kemerdekaan adalah kebebasan.

Bebas dari setiap bentuk penindasan, kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan dan bebas dari segenap rasa takut.



Kemerdekaan adalah bagian dari konsep hak azasi dalam kehidupan umat manusia.

Akan tetapi kemerdekaan yang dimaksud bukanlah berarti kebebasan hidup yang mutlak tanpa batas.

Kemerdekaan yang merupakan hak azasi manusia bukan pula berarti bebas memilih dan menjalani kehidupan yang tanpa aturan atau bahkan menyimpang.

Dalam menjalankan kehidupannya di dunia, setiap manusia memiliki hak sekaligus kewajibannya masing-masing yang bertransformasi menjadi suatu bentuk keseimbangan.


Dalam Al Qur'an disebutkan, bahwasanya dalam proses penciptaan setiap mahluk hidup, sungguh telah disiapkan pula berbagai macam kebutuhan yang akan digunakan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Sehingga apabila makhluk sekelas hewan melata saja sudah dijamin semua pemenuhan kebutuhan hidupnya, maka sebagai mahluk dengan derajat yang paling mulia, manusia tentu memiliki keutamaan dan prioritas yang paling tinggi.


 وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ ۝٦

"Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."

( Qs. Hud : 6 )


 

Dengan terpenuhinya segenap kebutuhan bagi kelangsungan hidupnya, maka hal yang paling tepat untuk mensyukuri limpahan karunia keamanan dan kesejahteraan tersebut adalah dengan cara melaksanakan satu bentuk kewajibannya berbakti kepada dzat yang telah menciptakannya secara sempurna.



فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ۝٣

maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah)


الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍࣖ ۝٤

yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.


( QS. Quraisy : 4 - 5 )



Sungguh apabila kita membandingkan keadaan negeri Indonesia tercinta dengan kenyataan pahit yang tengah terjadi di negeri Palestina saat ini, kemerdekaan bangsa Indonesia adalah nikmat dan karunia yang sangat besar nilainya, ketika stabilitas keamanan negeri dapat menjamin kebebasan bagi segenap masyarakat nya yang muslim dalam beribadah untuk mewujudkan taqwa dan melestarikan nilai-nilai tauhid, sebagaimana yang tertulis dalam janji setia yang akan selalu diucapkan pada setiap momentum ibadah sholat nya :


اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.


( QS. Al Fatihah : 5 )



• Kesimpulan 

Dalam limpahan nikmat berupa keamanan dan kedamaian yang diperoleh dari momentum hari kemerdekaan negara Republik Indonesia saat ini, sudahkah setiap masyarakat nya yang muslim berusaha untuk selalu meningkatkan rasa syukur dan mengisi momentum kemerdekaan ini dengan senantiasa berusaha untuk meningkatkan nilai ketaqwaan nya ?




Ataukah kita justru masih tenggelam dalam sikap ketidakpedulian, kemalasan dalam menuntut ilmu, keengganan dalam berbuat kebaikan dan terhanyut dalam beragam kelalaian yang menina bobokan ?


Demikianlah PR yang harus dijawab oleh setiap masyarakat muslimin di Indonesia saat ini dalam tugasnya memaknai secara paripurna hari kemerdekaan Republik Indonesia yang akan selalu diperingati di setiap tanggal 17 Agustus itu.



Jakarta, 4 Rabiul Awal 1448 H, bertepatan dengan 17 Agustus 2026

Team redaksi website Rumah Qur'an Al Badr 





Senin, 13 Juli 2026

Update 2026 realisasi program Sosial di YaPIS Al Badr

Pada semester pertama hingga di pertengahan tahun 2026 yang lalu, atau bertepatan dengan penghujung tahun 1447 H dan permulaan 1448 H, terdapat beberapa berita mengenai perkembangan dari pelaksanaan program sosial yang diselenggarakan di Rumah Qur'an Al Badr Jakarta.



• Program Waqaf Al Qur'an 

Program distribusi mushaf Waqaf Al Qur'an dan santunan Yatim adalah bagian dari realisasi program bidang Sosial yang diselenggarakan secara rutin di Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial ( YaPIS ) Al Badr.

Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, waqaf mushaf Al Qur'an yang juga diterima oleh Rumah Qur'an Al Badr dari masyarakat secara perseorangan.


Dalam kesempatan tersebut, Rumah Qur'an Al Badr telah menerima beberapa donasi terkait program Waqaf Al Qur'an, baik yang berupa wujud fisik mushaf Al Qur'an, dalam bentuk nominal tunai, ataupun donasi yang ditransfer melalui rekening yayasan.

Sumbangan mushaf Al Qur'an dan donasi tersebut ada yang berasal dari institusi kemasyarakatan, dan ada pula yang berasal dari perseorangan.


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, serah terima sumbangan 30 mushaf Al Qur'an ukuran standar berikut bantuan berupa 2 unit kipas angin ukuran jumbo oleh ustadz Habib Sholeh yang mewakili organisasi masyarakat Rabithah Alawiyah kepada ustadz Muhammad Salim Lc. M.Pd yang mewakili Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, Mei 2026.


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, serah terima waqaf 100 pcs mushaf Qur'an bagi lansia dari yayasan An Nur Insan Pembangkitan kepada Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial ( YaPIS ) Al Badr di Jakarta, Februari 2026


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, penyimpanan mushaf Al Qur'an waqaf untuk didistribusikan kepada masyarakat di sekretariat Rumah Qur'an Al Badr Jakarta 



•  Distribusi Mushaf Al Qur'an Lansia 

Penggunaan istilah mushaf "Al Qur'an lansia" dalam hal ini semata-mata ditujukan untuk menampilkan ciri mushaf Al Qur'an yang secara khusus didesain dengan bentuk ukuran Mushaf dan topikal huruf cetakan yang besar.

Adapun untuk materi isi mushaf Al Qur'an tersebut sama sekali tidak ada perbedaan dengan mushaf Al Qur'an yang secara umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.


Baca juga :

Arsip distribusi waqaf Al Qur'an ke TPA Jakarta Selatan

Arsip distribusi mushaf Al Qur'an ke lapas di kabupaten Subang


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, kelompok santri lansia di Rumah Qur'an Al Badr Jakarta adalah satu di antara golongan masyarakat yang sangat memerlukan bantuan berupa fasilitas mushaf Al Qur'an  yang berukuran super jumbo demi memperlancar proses belajar dan membaca Al Qur'an oleh karena keterbatasan fisik yang dialaminya.


Sebagaimana diketahui, kelompok lansia adalah golongan masyarakat lanjut usia yang secara umum mengalami beberapa keterbatasan fisik baik dalam hal fungsi indera pendengaran ataupun pengelihatan, dan lain sebagainya.

Beragam keterbatasan tersebut meskipun tentu saja bersifat manusiawi akan tetapi tentunya dapat berpotensi menjadi faktor penghambat bagi kaum lansia dalam mengikuti kegiatan belajar maupun membaca Al Qur'an.

Dalam praktiknya, di antara para lansia ada yang harus menggunakan kacamata baca, bahkan sampai menggunakan alat bantu lup ( kaca pembesar ) ketika membaca maupun ketika mengikuti kegiatan belajar di Rumah Qur'an Al Badr.

Hadirnya mushaf Al Qur'an Lansia seperti yang telah digambarkan di awal tulisan tentu saja akan sangat membantu para lansia dalam mengikuti kegiatan belajar dan membaca Al Qur'an.


Baca juga :

Konsep pembelajaran Al Qur'an di RQ Al Badr


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, pembagian mushaf Al Qur'an ukuran ekstra jumbo kepada masyarakat yang memerlukan, serah terima antara ustadz Muhammad Salim Lc. M.Pd kepada ustadz Asep Kustiawan 


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, pembagian mushaf Al Qur'an ukuran ekstra jumbo kepada masyarakat yang memerlukan.


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, pembagian mushaf Al Qur'an ukuran ekstra jumbo kepada masyarakat yang memerlukan.


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, pembagian mushaf Al Qur'an ukuran ekstra jumbo kepada masyarakat yang memerlukan.


Dari 6 paket berisi 100 pcs Mushaf Lansia yang diterima Rumah Qur'an Al Badr dari Yayasan An Nur Insan Pembangkit, sekitar 70 mushaf telah sukses didistribusikan kepada masyarakat di sekitar Rumah Qur'an Al Badr Jakarta dan di beberapa kota lainnya seperti Tangerang, Bogor, maupun Depok, sementara 30 mushaf lainnya telah didistribusikan kepada masyarakat majelis Taklim yang berada di kabupaten Karawang, Jawa Barat.


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, pembagian mushaf Al Qur'an ukuran ekstra jumbo oleh ustadz Ratim yang mewakili Rumah Qur'an Al Badr Jakarta kepada jama'ah majelis taklim 1 mushola Nurul Yaqin di desa Pakis Jaya kabupaten Karawang, Jawa Barat 


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, pembagian mushaf Al Qur'an ukuran ekstra jumbo oleh ustadz Ratim yang mewakili Rumah Qur'an Al Badr Jakarta kepada jama'ah majelis taklim 2 di desa Pakis Jaya kabupaten Karawang, Jawa Barat 



• Program santunan santri Yatim

Sebagaimana diketahui, Rumah Qur'an Al Badr turut mengampu beberapa santri yang tergolong yatim.

Santri yatim adalah santri yang sudah tidak memiliki ayah sebagai kepala keluarga sekaligus tulang punggung yang bertanggung jawab memberikan nafkah bagi seluruh anggota keluarganya.

Melalui program Sosial, secara rutin Rumah Qur'an Al Badr telah membebaskan beberapa santri yatim yang belajar di Rumah Qur'an Al Badr dari kewajibannya menunaikan infaq pendidikan bulanan.


Di samping santri yatim, Rumah Qur'an Al Badr juga telah menjalankan program internal berupa beasiswa santri bagi para santri Rumah Qur'an Al Badr yang kini sedang melanjutkan pendidikannya di pondok pondok pesantren.


Baca juga :

Program beasiswa santri Al Badr goes to pesantren


Secara eksternal, Rumah Qur'an Al Badr juga telah membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat yang berkeinginan untuk menjadi orang tua asuh bagi santri-santri yatim maupun dhuafa di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr Jakarta.


Program lainnya yang sampai saat ini juga telah rutin berjalan adalah program santunan yatim tahunan, baik bagi santri Internal Rumah Qur'an Al Badr maupun masyarakat eksternal yang juga berstatus anak anak yatim.

Program santunan tahunan ini terdiri dari beberapa kategori seperti santunan Idul Fitri, santunan Idul Adha, dan santunan yatim di awal tahun Hijriah.



• Santunan yatim dari Grup Medco Jakarta 

Pada pertengahan bulan Juni 2026, Rumah Qur'an Al Badr berkesempatan menghantarkan 10 orang santri yatim menghadiri undangan santunan yatim yang diselenggarakan di masjid Al Istiqomah di komplek perkantoran Medco grup yang berlokasi di Jl. Ampera Raya Ragunan, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula para santri dari beberapa TPA yang berada di sekitar komplek perkantoran Medco seperti TPA Al Manshuriyah dan Panti Asuhan Daarussalaam.

Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, beberapa santri yatim Rumah Qur'an Al Badr dalam perjalanan ke masjid Al Istiqomah komplek perkantoran Medco 


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, sesi tausiyah singkat dibawakan oleh ketua DKM masjid Al Istiqomah, komplek perkantoran Medco Jakarta, ustadz Rizki di hadapan para hadirin santri yatim.


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, pembagian santunan 


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, pembagian santunan 


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, pembagian santunan 


Event penganugerahan santunan santri yatim bagi Rumah Qur'an Al Badr adalah keikutsertaan pada kali yang kedua, yang secara rutin telah diselenggarakan pada pertengahan tahun 2025 yang lalu.


Baca juga :

Arsip dokumentasi kegiatan santunan santri yatim tahun 2025


Dalam kesempatan penganugerahan santunan kali ini, seorang staf manajemen informasi yayasan pun didaulat untuk bertugas membimbing rombongan santri yatim, mewakili ketua Rumah Qur'an Al Badr, ustadz Muhammad Salim Lc. M.pd yang pada waktu itu berhalangan hadir.



Kerja bakti di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr Jakarta 

Termasuk di antara realisasi program Sosial kemasyarakatan adalah terselenggaranya kegiatan kerja bakti di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada awal bulan Juli 2026 tersebut terbuka untuk umum dan dihadiri oleh 4 orang anggota yayasan.

Dikatakan sebagai program sosial, karena kerja bakti ini termasuk dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang seluruh biaya operasionalnya difasilitasi oleh yayasan.

Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, suasana kerja bakti lingkungan 

Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, suasana istirahat saat kerja bakti lingkungan 

Sasaran kegiatan rutin tersebut adalah maintenance baik berupa teknis maupun pemeliharaan sarana yang meliputi bangunan aula, sekretariat, perpustakaan, dan sarana pendukung kegiatan belajar di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr Jakarta.

Dari kegiatan kerja bakti tersebut dapat diambil hikmah berupa pembinaan budaya gotong royong dan kebersamaan dalam khidmah bagi terlaksananya hajat kepentingan masyarakat.



• Himbauan bagi seluruh masyarakat muslimin 

Secara eksplisit Rumah Qur'an Al Badr Jakarta membuka kesempatan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam bidang penyelenggaraan seluruh program sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan di Rumah Qur'an Al Badr.


Baca juga :

Kesempatan yang sangat berharga


Himbauan ini merupakan satu bentuk ikhtiar untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penyelenggaraan program dakwah Islam yang juga merupakan bagian dari bentuk penjagaan terhadap amanah dalam merealisasikan visi dan misi Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial ( YaPIS ) Al Badr untuk berkhidmah kepada masyarakat di bidang pendidikan Islam dan Sosial kemasyarakatan.






Postingan populer

Perjuangan menggapai prestasi di RQ Al Badr

Rentang perjalanan waktu yang panjang adalah salah satu asset alamiah yang sangat berharga bagi sebuah entitas lembaga pendidikan profesiona...