Sabtu, 16 Mei 2026

Keutamaan rajin membaca Al Qur'an

Al Qur'an adalah pedoman dan petunjuk di dalam kehidupan.

Dengan senantiasa membaca, mempelajari dan mengamalkannya, beragam manfaat dan keutamaan akan senantiasa didapatkan baik bagi para pembacanya maupun bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.


Di antara bentuk Fadilah dan keutamaan dari membaca Al Qur'an ialah banyaknya pahala kebaikan yang akan didapatkan dari setiap huruf dan ayat yang dibaca.

Di samping pahala dan beragam kebaikan itu, masih terdapat pula Fadhilah lainnya yang tak kalah hebatnya berupa Syafaat.


Dalam sebuah hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Muslim, terdapat sebuah keterangan yang menjelaskan mengenai keberadaan syafaat ( pembela ) bagi siapa saja yang membaca Al Qur'an ( Ashabul Qur'an ).


عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya ( Shahibul Qur'an ).” 


Yang menjadi pertanyaan, siapakah "Shahibul Qur'an" yang dimaksud oleh Rasulullah di dalam redaksional hadits tersebut ?


Dijelaskan dalam kitab Al Bahr As Muhith juz 36 halaman 353, Shahibul Qur'an adalah :

المُلاَزِمِيْنَ لِتِلاَوَتِهِ العَامِلِيْنَ بِهِ

Mereka yang terus menerus membacanya dan mengamalkannya ( Al Qur'an ).”




Anak yang rajin membaca Al Qur'an 

Di dalam konteks hubungan kekeluargaan, apabila ada seorang anak yang sedari usia dini telah ditanamkan untuk senantiasa membaca, mempelajari dan bahkan mengamalkan Al Qur'an, maka ganjaran pahala kebaikan maupun Fadhilah syafaatnya pun dengan serta merta akan dilimpahkan pula untuk kedua orang tuanya, baik yang masih hidup di dunia maupun yang sudah wafat mendahuluinya.


Dalam Fatawa Islam no. 51983 dijelaskan,

‏وقيل إن كل عمل صالح يعمله الولد يلحق ثوابه لأبويه ولو لم يدع لهما.. كما أنه إذا ترك صدقة جارية يلحقه ثوابها ولو لم يدع له من انتفع بها أو استفاد منها، جاء ذلك في شرح ابن ماجه للسيوطي والدهلوي

Ada sebuah pendapat ulama yang menyatakan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan oleh anak, maka orang tua nya juga akan mendapatkan pahalanya. Meski si anak tidak mendoakan mereka (secara lisan). Sebagaimana jika seseorang meninggalkan sedekah jariyah, maka ia akan mendapatkan pahalanya meski orang yang mendapatkan manfaat atau memanfaatkan sedekah itu, tidak mendoakan si pemberi sedekah. 

Keterangan ini termaktub dalam kitab Syarah Ibnu Majah, karya Imam Suyuti dan Ad-Dahlawi.”



Anak adalah hasil amal usaha orang tuanya 

Allah ta’alaa mengabarkan bahwa ganjaran pahala akhirat akan didapatkan dari setiap hasil usaha amal yang dilakukan seseorang ketika di dunia, sebagaimana yang diterangkan dalam surat Al Baqarah : 102


أُولَٰئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّمَّا كَسَبُوا ۚ وَاللهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Mereka itulah yang memperoleh ganjaran dari apa yang telah mereka usahakan, dan Allah Maha Cepat perhitungan-Nya. 


Sebagaimana diketahui, anak adalah bagian dari hasil usaha dan jerih payah kedua orang tuanya.

Proses yang panjang dalam memperoleh hasil amal usaha ( anak ) tersebut sejatinya telah dimulai sejak dimulainya ikhtiar dari kedua calon orangtuanya dalam memperoleh keturunan melalui pernikahan yang sah, ibu yang melahirkan anak-anaknya ke dunia, serta kedua orangtuanya yang bersusah payah dalam membimbing dan mendidiknya, memberikannya nafkah, hingga membesarkannya dengan penuh kasih sayang.


Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‏إن أطيب ما أكلتم من كسبكم وإن أولادكم من كسبكم

Sebaik-baik rizki adalah yang kalian makan dari usaha (jerih payah) kalian sendiri. Dan sungguh anak-anak kalian itu termasuk dari amal usaha kalian.” 

( HR. Tirmidzi, hadis Aisyah radhiyallahu’anha )



Hakikat amal sholeh orang dewasa

Regenerasi manusia secara turun-temurun merupakan bagian dari penjagaan Allah terhadap kelestarian dan kelangsungan hidup umat manusia.

Setiap anak yang dilahirkan ke dunia akan meneruskan garis nasab keturunan dari kedua orangtuanya.


Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr, suasana pengajian Al Qur'an kelas bapak bapak.

Dokumentasi Rumah Qur'an Al Badr, suasana pengajian Al Qur'an kelas ibu ibu.


Demikian pula halnya dengan para ayah maupun para ibu, pada dasarnya semuanya sedang melanjutkan garis keturunan dari kedua orang tua pendahulunya masing-masing.

Setiap bentuk harapan kedua orang tua atas anak-anak keturunannya yang sholeh dan sholehah tersebut sudah sepantasnya diwujudkan pula oleh keduanya dalam bentuk keteladanan di dalam keluarga.




Apabila setiap ayah dan bunda akan selalu mengharapkan limpahan pahala kebaikan dan syafaat dari setiap amal sholeh yang  dikerjakan oleh anak-anak keturunannya, maka demikian pula dengan para pendahulu dari setiap ayah dan bunda nya pun akan mengharapkan hal yang sama.

Demikianlah kaidah keteladanan, yang merupakan kaidah utama dalam membentuk keluarga yang sakinah, dengan cara membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al Qur'an.

--- 000 ---



Penghormatan untuk Azka Putra Raditya bin Mulyadi 


Di lingkungan Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, Azka Putra Raditya bin Mulyadi atau yang biasa disebut Azka adalah sosok santri yang sangat dikenal dan sudah tidak asing lagi terutama di kalangan rekan-rekan sejawatnya, santri pelajar di kelas belajar ( halaqah 4 ) yang secara reguler diasuh oleh ustadzah Umu Zaid. S.Pd.

Azka adalah salah satu figur santri yang sangat rajin dan dikenal periang oleh rekan rekannya.


Pada dini hari Selasa, 17 Dzulqodah 1447 H, bertepatan dengan 5 Mei 2026, Azka, santri Rumah Qur'an Al Badr yang periang itu telah meninggal dunia karena sakitnya yang mendadak dan telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang dalam usianya yang ke 14 tahun.

Kabar berita yang begitu mendadak tersebut dengan cepat sampai kepada para guru pendidik, pengelola Rumah Qur'an, staff yayasan, hingga para santri dan wali santri Rumah Qur'an Al Badr Jakarta.


Secara spontanitas, beberapa guru yang mewakili Rumah Qur'an serta pengurus yayasan bersama dengan warga masyarakat setempat bertakziah ke tempat kediaman Azka Rahimahullah yang terletak di daerah Jatipadang, Jakarta Selatan.

Ucapan belasungkawa dan rangkaian doa pun secara tulus mengantarkan kepergian Azka, meninggalkan semua yang masih hidup untuk selamanya.


Sebagaimana diketahui, beberapa bulan sebelum kepergiannya, Azka telah lebih dulu ditinggal pergi oleh ayahandanya tercinta, bapak Mulyadi Rahimahullah.

Azka yang kemudian menjadi santri dengan status santri yang yatim, kini telah pula pergi menyusul ayahandanya tercinta.


Gambar kolase berisi foto dokumentasi, doa, dan puisi untuk menghormati dan mengenang kehadiran Azka Putra Raditya di tengah-tengah rekan sejawatnya yang sama-sama belajar di halaqah 4, Rumah Qur'an Al Badr Jakarta.

Semoga limpahan pahala dan syafaat dari ananda Azka tercurahkan pula kepada ayahandanya yang tercinta, bapak Mulyadi Rahimahullah, dan juga kepada ibundanya yang masih hidup.

Seluruh team pengelola Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial ( YaPIS ) Al Badr, team Pengurus Rumah Qur'an Al Badr, ikatan wali santri, dan rekan-rekan santri pelajar di Rumah Qur'an Al Badr Jakarta, serta mewakili para donatur mengucapkan turut berbelasungkawa, innailaihi wa innailaihi Raji'uun. 


Semoga Rahmat dan kasih sayang Allah senantiasa tercurahkan kepada Azka Putra Raditya, kepada ayahandanya Rahimahullah, dan semoga diberikan karunia kesabaran kepada ibundanya hafidzahallahu dan keluarga yang ditinggalkannya.


Allahuma aamiin




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungannya, silahkan menulis pesan pesan anda

Postingan populer

Mari berqurban di hari raya Idul Adha

Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial ( YaPIS ) Al Badr bekerjasama dengan Rumah Qur'an ( RQ ) Al Badr kembali membuka layanan khidmah bag...